Prediksi Tingkat Kebertahanan Mahasiswa dalam Berorganisasi di Lingkungan Kampus
ABSTRAK
Organisasi merupakan
sebuah perkumpulan atau wadah bagi
sekelompok orang untuk bekerjasama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan
tertentu. Semua organisasi memiliki struktur manajemen yang menentukan hubungan
antara kegiatan yang berbeda dan anggota, serta membagi peran, tanggung jawab,
dan wewenang untuk melaksanakan tugas-tugas yang berbeda. Di STMIK AMIKOM
Purwokerto terdapat beberapa ORMA (Organisasi Mahasiswa) dan juga UKM (Unit
Kegiatan Mahasiswa).
Namun belakangan ini diketahui
bahwa jumlah anggota yang aktif dari setiap organisasi mengalami penurunan.
Penurunan ini dapat dilihat dari data anggota pada saat perekrutan dan data
anggota yang masih aktif hingga saat ini. Penurunan jumlah anggota tersebut
tentunya berakibat pada kredibilitas sebuah organisasi, jika keadaan seperti
ini dibiarkan begitu saja maka organisasi lama kelamaan akan mati. Padahal
sebuah organisasi dibentuk sebagai wadah untuk mahasiswa berkarya dan sebagai
ajang untuk mendekatkan satu sama lain agar terjalin keakraban antar sesama
anggota maupun dengan civitas akademika. Selain itu di dalam organisasi
tentunya memiliki tujuan bersama yang harus dicapai, apabila jumlah anggotanya
menurun tentunya langkah untuk mencapai tujuan bersama juga akan terhambat.
Dari permasalahan ini
dilakukan sebuah penelitian menggunakan bidang ilmu Data Mining dengan
menggunakan metode K-Means. Berdasarkan data kuesioner yang dilakukan pada
penelitian ini didapatkan beberapa data yang dapat dijadikan sebagai alasan
atau faktor menurunnya tingkat kebertahana mahasiswa dalam berorganisasi. Data
ini kemudian diolah dan menghasilkan sebuah pengetahuan baru, dimana dapat
dijadikan solusi untuk mengambil kebijakan- kebijakan tertentu dalam organisasi
tersebut.
Kata
Kunci: Organisasi, Mahasiswa, Data Mining
BAB 1. PENDULUAN
Organisasi
adalah keseluruhan proses pengelompokan orang, alat-alat, tugas, tanggung
jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang
dapat digerakkan sebagai satu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang
telah ditentukan. Organisasi adalah suatu unit sosial yang terdiri
dari dua orang atau lebih, dikoordinasi secara sadar, dan berfungsi dalam suatu
dasar yang relatif terus- menerus untuk mencapai stu atau serangkaian tujuan
(Robbins dan Judge, 2007). Dalam
sebuah organisasi memiliki struktural minimal seperti Gambar 1.
Gambar 1. Struktur Organisasi
Organisasi memiliki tiga
unsur yaitu ada orang, ada kerja sama, dan ada tujuan bersama. Sebagai contoh salah satu unsur organisasi
yaitu orang. Dalam penelitian ini yang
menjadi subjek atau orang yaitu mahasiswa. Dimana mahasiswa sebagai agen
perubahan yang bersifat positif dalam masyarakat serta dengan kemampuan
intelektual, kepekaan sosial juga sikap kritisnya, diharapkan mahasiswa mampu
berorganisasi untuk pengembangan dirinya.
Selain tiga unsur tersebut
organisasi juga memiliki berbagai manfaat seperti dapat membentuk emotional intelegent quotien (EQ), dapat menumbuhkan disiplin
dan etos kerja baik di lingkungan masyarakat maupun organisasi, mampu
menumbuhkan motivasi yang mencerminkan kekuatan dalam diri orang yang
mempengaruhi ketekunan orang tersebut.
Dalam organisasi tentunya terdapat berbagai macam permasalahan yang muncul dan berakibat pada penurunan jumlah anggota pada organisasi. Faktor- faktor yang menjadi pemicu menurunnya minat pada organisasi di jadikan sebagai bahan penelitian untuk mengetahui tingkat kebertahanan mahasiswa dalam suatu organisasi. Di STMIK Amikom Purwokerto terdapat beberapa organisasi diantaranya ASSEM (Amikom Seneng Seni dan Musik), IMAM (Ikatan Mahasiswa Amikom Muslim), UKM Olahraga dimana dibawahnya terdapat beberapa cabang, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), SENAT, MIPL (Mahasiswa Informatika Peduli Lingkungan), Intermedia, Pramuka, AEC (Amikom English Club), FA (Forum Asisten) dan IKNA (Ikatan Keluarga Nasrani Amikom). Dari organisasi yang ada di STMIK Amikom Purwokerto tersebut terdapat 639 mahasiswa yang tergabung di dalamnya, jumlah ini adalah total data saat perekrutan pada setiap organisasi yang terdiri dari ASSEM (Amikom Seneng Seni dan Musik) sebanyak 112 mahasiswa, IMAM (Ikatan Mahasiswa Amikom Muslim) sebanyak 62 mahasiswa, UKM Olahraga sebanyak 120 mahasiswa, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sebanyak 17 mahasiswa, SENAT sebanyak 9 mahasiswa, MIPL (Mahasiswa Informatika Peduli Lingkungan) sebanyak 69 mahasiswa, Intermedia sebanyak 78 mahasiswa, Pramuka sebanyak 10 mahasiswa, AEC (Amikom English Club) sebanyak 42 mahasiswa, FA (Forum Asisten) sebanyak 80 mahasiswa, IKNA (Ikatan Keluarga Nasrani Amikom) sebanyak 40 mahasiswa dan tercatat yang aktif dalam kegiatan yang ada di berbagai organisasi tersebut sampai dengan pergantian pengurus (re-organisasi) totalnya adalah 339 mahasiswa. Dari data ini bisa dilihat terdapat penurunan tingkat kebertahanan mahasiswa dalam berorganisasi sebesar 0,530%.
Dalam organisasi tentunya terdapat berbagai macam permasalahan yang muncul dan berakibat pada penurunan jumlah anggota pada organisasi. Faktor- faktor yang menjadi pemicu menurunnya minat pada organisasi di jadikan sebagai bahan penelitian untuk mengetahui tingkat kebertahanan mahasiswa dalam suatu organisasi. Di STMIK Amikom Purwokerto terdapat beberapa organisasi diantaranya ASSEM (Amikom Seneng Seni dan Musik), IMAM (Ikatan Mahasiswa Amikom Muslim), UKM Olahraga dimana dibawahnya terdapat beberapa cabang, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), SENAT, MIPL (Mahasiswa Informatika Peduli Lingkungan), Intermedia, Pramuka, AEC (Amikom English Club), FA (Forum Asisten) dan IKNA (Ikatan Keluarga Nasrani Amikom). Dari organisasi yang ada di STMIK Amikom Purwokerto tersebut terdapat 639 mahasiswa yang tergabung di dalamnya, jumlah ini adalah total data saat perekrutan pada setiap organisasi yang terdiri dari ASSEM (Amikom Seneng Seni dan Musik) sebanyak 112 mahasiswa, IMAM (Ikatan Mahasiswa Amikom Muslim) sebanyak 62 mahasiswa, UKM Olahraga sebanyak 120 mahasiswa, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sebanyak 17 mahasiswa, SENAT sebanyak 9 mahasiswa, MIPL (Mahasiswa Informatika Peduli Lingkungan) sebanyak 69 mahasiswa, Intermedia sebanyak 78 mahasiswa, Pramuka sebanyak 10 mahasiswa, AEC (Amikom English Club) sebanyak 42 mahasiswa, FA (Forum Asisten) sebanyak 80 mahasiswa, IKNA (Ikatan Keluarga Nasrani Amikom) sebanyak 40 mahasiswa dan tercatat yang aktif dalam kegiatan yang ada di berbagai organisasi tersebut sampai dengan pergantian pengurus (re-organisasi) totalnya adalah 339 mahasiswa. Dari data ini bisa dilihat terdapat penurunan tingkat kebertahanan mahasiswa dalam berorganisasi sebesar 0,530%.
Untuk mengatasi beberapa
faktor yang pemicu tersebut kiat yang dapat di
lakukan yaitu dengan belajar memahami organisasi di berbagai kampus yang
berjalan baik serta bagaimana mereka dapat mengatasi masalah dalam organisasi.
Dengan algoritma K-Means yang di gunakan dalam penelitian ini, di harapan
mendapatkan informasi mendalam tentang hal- hal yang memicu ketidak bertahannya mahasiswa dalam suatu organisasi dan
kemudian mencarikan solusi agar organisasi tetap berjalan dengan baik serta
meminimalisir munculnya kembali permasalahan tersebut.
BAB 2. METODOLOGI PENELITIAN
Gambar 2. Flowchart
penelitian menggunakan algoritma K-Means
Pada penelitian ini dimulai dari
melakukan pengamatan secara langsung pada setiap Organisasi. Pengamatan secara
langsung ini dilakukan melalui pengisian angket kuisioner terhadap setiap
mahasiswa yang ikut terlibat dalam organisasi baik satu organisasi maupun
lebih. Pemberian angket kuisioner ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
permasalahan yang ada pada setiap organisasi. Berdasarkan hasil pengisian
angket kuisioner yang dilakukan, kemudian baru dapat di tetapkan rumusan
masalah yang ada pada organisasi, kemudian langkah selanjutnya dibuat
batasan-batasan masalah agar pembahasan yang akan dijelaskan tidak keluar dari
ruang lingkup penelitian yang akan di lakukan.
Setelah
menetapkan rumusan masalah dan batasan-batasan dari masalah tersebut., kemudian
menentukan tujuan dari penelitian yanng akan di lakukan. Tujuan dari penelitian
ini akan menjawab semua masalah yang telah dirumuskan. Dari rumusan masalah
yang telah di dapatkan kemudian dilakukan studi literatur untuk mendapatkan
teori-teori tentang permasalahan yang telah didapatkan, teori –teori ini
berfungsi sebagai panduan untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang ditemukan.
Data-data
yang digunakan pada penelitian ini didapatkan dari mahasiswa STMIK Amikom
Purwokerto dan sekitarnya yang ikut aktif terlibat dalam keorganisasian sampai bulan Oktober 2016.
Data-data ini berisi seputar tentang permasalahan dan ruang lingkup dalam
organisasi. Data-data yang telah didapatkan pada tahap
pengumpulan data kemudian dilakukan transformasi pada data-data yang berjenis
data nominal, yaitu seperti pendapat organisasi, manfaat organisasi, sifat
organisasi dan yang lainnya dari total 13 buah atribut. Data-data yang berjenis
data nominal tersebut diinisialisasikan ke dalam bentuk angka (pembobotan)
melalui
beberapa langkah agar data-data yang berjenis data nominal dapat diolah dengan
menggunakan algoritma K-means Clustering.
Semua data yang telah didapatkan tadi kemudian diolah untuk
dapat dianalisa sehingga menghasilkan informasi yang berguna untuk mengatasi
permasalahan tersebut. Pengolahan data ini menggunakan teori-teori dari data
mining dengan algoritma K-Means Clustering. Dengan metode K-Means
Clustering ini, data yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan pada kemiripan karakteristik dari setiap data, sehingga dapat ditemukan
informasi yang tersembunyi dari data-data tersebut. Berdasarkan analisa dan
pengolahan data, maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian yang telah
dilakukan. Kesimpulan tersebut akan menjawab rumusan masalah yang ada dalam organisasi dan dapat di jadikan sebagai
patokan untuk merekrut anggota organisasi yang mempunyai ciri-ciri dapat
bertahan.
Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui
pengisian angket kuisioner pada mahasiswa khususnya STMIK Amikom Purwokerto
yang aktif terlibat dalam organisasi pada tahun 2016.
Analisis dan Transformasi Data
Analisis data dilakukan
dengan menganalisa data aksi dan cacat yang telah terkumpul. Analisa tersebut
bertujuan untuk menghasilkan dataset yang memuat data yang lebih akurat. Agar data hasil kuisioner yang dapat diolah menggunakan metode K-means clustering, maka data yang
berjenis data nominal seperti Pentingnya oragnisasi [‘penting’,’tidak
penting’,’ragu’], prestasi di organisasi [‘kelompok’, ‘individu’, ‘tidak ada’]
dan instance pada atribut yang
lainnya, harus diinisialisasikan terlebih dahulu dalam bentuk angka. Adapun hasil analisis dan transformasi data adalah
sebagai berikut :
Weka(Waikato Enfirontment for Knowledge
Analysis)
Weka adalah aplikasi
data mining open source berbasis Java. Aplikasi ini dikembangkan pertama kali oleh
Universitas Waikato di Selandia Baru sebelum menjadi bagian dari Pentaho. Weka
terdiri dari koleksi algoritma machine learning yang dapat digunakan untuk
melakukan generalisasi / formulasi dari sekumpulan data sampling. Walaupun
kekuatan Weka terletak pada algoritma yang makin lengkap dan canggih,
kesuksesan data mining tetap terletak pada faktor pengetahuan manusia
implementornya. Tugas pengumpulan data yang berkualitas tinggi dan pengetahuan
pemodelan dan penggunaan algoritma yang tepat diperlukan untuk menjamin
keakuratan formulasi yang diharapkan, pada
penelitian ini juga menggunakan aplikasi weka untuk membuktikan bahwa algoritma
K-Means memproses dataset organisasi
dalam memprediksi tingkat kebertahanan mahasiswa dalam berorganisasi. Tampilan
aplikasi weka dapat di lihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Interface
Aplikasi Weka (Waikato Enfirontment for
Knowlegde Analysis)
BAB 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengolahan Data
Setelah semua data hasil kuisioner di
transformasi ke dalam bentuk angka, maka data-data tersebut telah dapat di
kelompokan dengan menggunakan algoritma K-Means
Clustering. Untuk dapat melakukan pengelompokan data-data tersebut menjadi
beberapa cluster perlu dilakukan
beberapa langkah:
- Tentukan jumlah cluster yang diinginkan. Dalam penelitian ini data-data yang ada akan dikelompokan mejadi dua cluster
- Tentukan titik pusat awal dari setiap cluster. Dalam penelitian ini titik pusat awal ditentukan secara random dan didapat titik pusat dari setiap cluster dapat dilihat pada Tabel2
Tabel 2. Tabel titik pusat awal setiap
cluster
Pemilihan cluster
ini diasumsikan untuk cluster 1 bertahan dan cluster 2 adalah tidak bertahan. Pemilihan cluster juga tidak sembarang mengambil data, disini perlu adanya
pemahaman untuk membentuk cluster
tersebut.
3. Tempatkan
setiap data pada cluster. Dalam
penelitian ini digunakan metode K-means untuk mengalokasikan setiap data
ke dalam suatu cluster, sehingga data akan dimasukan dalam suatu cluster
yang memiliki jarak paling dekat dengan titik pusat dari setiap cluster.
Untuk mengetahui cluster mana yang paling dekat dengan data, maka perlu
dihitung jarak setiap data dengan titik pusat setiap cluster. Sebagai
contoh, akan dihitung jarak dari data mahasiswa pertama ke dua pusat cluster.
Jarak antara data dengan centroid dapat dihitung dengan menggunakan rumus Euclidian adalah sebagai berikut :
Dimana :
x= Objek Data
y= Data cluster
m= Jumlah atribut
Sehingga dapat
diimplementasikan kedalam dataset organisasi, untuk sampel perhitungan manual
digunakan satu data yaitu data pertama sebagai berikut:Dari perhitungan diatas di dapatkan hasil bahwa jarak dari data ke 1, dengan pusat cluster pertama adalah 1,346291
Jarak data mahasiswa pertama ke pusat cluster kedua :
Dari
perhitungan diatas di dapatkan hasil bahwa jarak dari data ke 1, dengan pusat cluster kedua adalah 2,44949
Dari hasil
perhitungan di atas didapatkan hasil bahwa nilai minimum jarak data mahasiswa
pertama dengan kedua centroid adalah
, sehingga dapat disimpulkan bahwa jarak data mahasiswa pertama yang paling dekat
adalah dengan cluster 1, sehingga
data mahasiswa pertama dimasukkan ke dalam cluster
1. Perhitungan dilakukan pada 140 data mahasiswa dengan menggunakan excel.
4. Setelah semua data ditempat
ke dalam cluster yang terdekat,
kemudian hitung kembali pusat cluster
yang baru berdasarkan rata-rata angggota yang ada pada cluster tersebut.
5. Setelah didapatkan titik
pusat yang baru dari setiap cluster, lakukan kembali dari langkah ketiga
hingga titik pusat dari setiap cluster tidak berubah lagi dan tidak ada
lagi data yang berpindah dari satu cluster ke cluster yang lain.
Dari perhitungan 140 data
didapatkan hasil perhitungan K-Means
pada Tabel 3.
Tabel 3. Tabel Hasil Pembagian Cluster pada
140 Data
Setiap anggota cluster dihitung rata-ratanya sehingga menghasilkan centorid baru. Centroid tersebut terlihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Tabel Cluster dengan centroid baru
Dalam penelitian ini, iterasi pada clustering data mahasiswa terjadi sebanyak 1 kali iterasi. Pada iterasi ke-1
ini, titik pusat dari setiap cluster sudah tidak berubah dan tidak ada
lagi data yang berpindah dari satu cluster ke cluster yang lain.
Setelah
mengetahui hasil perhitungan secara manual, selanjutnya membuktikan dengan
aplikasi weka (Waikato Enfirontment for
Knowledge Analysis), aplikasi weka ini digunakan untuk memproses dataset
dengan algoritma K-Means. Hasil
perhitungan dataset organisasi dapat di lihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Proses Clustering
Untuk hasilnya :
Dapat di simpulkan dengan
aplikasi weka, proses clustering pada
dataset organisasi menghasilkan dua cluster
yaitu cluster 0 dan cluster 1 dan dari dari 140 data 74%
data termasuk ke dalam cluster 0
sedangkan 26% data termasuk ke dalam cluster
1. Sehingga kesimpulan yang bisa diambil dari perhitungan diatas adalah
mahasiswa mampu bertahan dalam berorganisasi.
KESIMPULAN
Kesimpulan dari
penelitian ini adalah dari total 150 data hasil kuisioner dimana setelah
beberapa tahap seleksi data, ternyata terdapat 10 data miising sehingga hanya 140 data mahasiswa yang dapat di lakukan
penelitian dengan proses algoritma K-Means
dengan membaginya menjadi dua cluster
yaitu cluster 1 untuk kategori
bertahan dan cluster 2 untuk kategori
tidak bertahan, pada tahap akhir
menghasilkan bahwa 103 data adalah bertahan, artinya tingkat kebertahananan
mahasiswa di lingkungan kampus tehadap organisasi yang mereka ikuti adalah 74% berdasarkan
sosial ekonomi, motivasi, kedisiplinan dan prestasi masalalu dalam sebuah
organisasi.
Untuk kategori mahasiswa yang memiliki tingkat kebertahanan 74% dalam
organisasi yang mereka ikuti memiliki karakteristik / ciri-ciri / kemiripan
diantaranya menganggap organisasi itu penting, organisasi memiliki banyak
manfaat, organisasi yang diikuti lebih dari dua, motivasi berorganisasi adalah
memperbanyak teman, prestasi yang pernah di raih dalam organisasi adalah prestasi
kelompok, permasalahan yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam organisasi adalah
permasalahan dengan perorangan/individu (antar anggota), penyebab keluar dari
organisasi adalah orang tua yang tidak mengijinkan, setuju seorang pemimpin
yang bersifat tegas,keras,dan bertanggungjawab, setia terhadap organisasi,
jabatan yang diinginkan dalam organisasi adalah ketua, waktu yang dihabiskan
untuk organisasi lebih dari 20 jam per minggu, iuran dalam organisasi ternyata
ada dan iuran dalam organisasi tidak menjadi beban.
Rerefensi
Susanto, Erdi. 2012. Data Mining menggunakan WEKA .ttp://www.erdisusanto.com diakses tanggal 9 Januari 2017
Feriyanto Andri dan Endang Shyta Triana. 2015. Pengantar Manajemen (3 IN 1).Kebumen: MEDIA TERA
Kharismawan, Bagus. 2016. Implementasi Manual Clustering dengan Menggunakan Algoritma K-Means. http://radiobagbag.blogspot.co.id
Prasetyo Eko. 2012. Data Mining – Konsep dan Aplikasi menggunakan konsep MATLAB. Yogyakarta: C.V ANDI
Widodo Prabowo Pudjo, dkk. 2013. Penerapan Data Mining dengan Matlab. Bandung: REKAYASA SAINS
Feriyanto Andri dan Endang Shyta Triana. 2015. Pengantar Manajemen (3 IN 1).Kebumen: MEDIA TERA
Kharismawan, Bagus. 2016. Implementasi Manual Clustering dengan Menggunakan Algoritma K-Means. http://radiobagbag.blogspot.co.id
Prasetyo Eko. 2012. Data Mining – Konsep dan Aplikasi menggunakan konsep MATLAB. Yogyakarta: C.V ANDI
Widodo Prabowo Pudjo, dkk. 2013. Penerapan Data Mining dengan Matlab. Bandung: REKAYASA SAINS













Tidak ada komentar:
Posting Komentar